sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/08/09/173543/1700236/157/1/kisah-cinta-3-dokter-berujung-pengadilan
Tuesday, 9 August 2011
Kisah Cinta 3 Dokter Berujung Pengadilan
sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/08/09/173543/1700236/157/1/kisah-cinta-3-dokter-berujung-pengadilan
Monday, 8 August 2011
Sidang Cicit Soeharto Ditunda
sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/08/08/183311/1699317/157/1/sidang-cicit-soeharto-ditunda
Friday, 5 August 2011
Ketika Polisi Berperut Gendut (Waduh Nyindir Omjay Nih!)
Sebenarnya saya agak terusik juga bila melihat ada polisi yang gendut. Bukan kenapa-napa nggak enak dilihat aja. Masak polisi perutnya endut, hehehehe. Tapi melihat body diri sendiri di cermin, saya jadi malu sendiri. Soalnya saya pun berperut gendut, hahahahaha (Awas kalau nggak ketawa!)
Kalau membaca kembali majalah tempo edisi 28 dengan judul utamanya rekening gendut perwira polisi, saya agak geli juga membacanya. Soalnya laporan utama redaksi tempo itu memang mengena. Bukan hanya rekeningnya yang gemuk, tetapi banyak juga loh polisi yang perutnya endut kayak omjay, hahahahaha.
Tapi perut gendut omjay sama polisi itu beda. Beda-beda tipis, hahahahaha.
Maklumlah, semenjak kecemplung di kompasiana, saya harus jujur menjadi kurang berolahraga. Habis tulisan teman-teman itu bagus-bagus sih, jadi sayang kalau nggak terbaca. Bahkan ibu-ibu tetangga di rumah saya pada heran kemana omjay, “kok nggak pernah nongol lagi ikut senam di lapangan bulutangkis Rt.005/10?”. Bahkan istri saya pun mulai cemburu karena saya terlalu asyik di depan laptop! hahahahaha. Kalau istri sampai marah, bisa nggak dapat jatah!, wakawaka. hahahahahaha.
Kembali ke persoalan polisi gendut tadi. Mungkin polisi itu memang sejahtera. Makan minum serba ada. Duit setiap hari ada yang nyetor, dan fasilitaspun serba lengkap. Kalau ada polisi yang seperti itu, pantaslah badannya menjadi tambun kayak omjay, hahahahaha. Tapi sadarlah wahai polisiku, karena engkau adalah publik figur (cie kayak artis aja), maka engkau diharuskan tidak gemuk. Kenapa? Biar kelihatan berwibawa gitu loh. Kalau polisi aja badannya tegap dengan muka angkernya, pastilah penjahit eh penjahat, pencopet, dan pencuru eh pencuri akan takut dan lari tunggang langgang.
Coba kalau polisinya gemuk, mana bisa lari nangkep pencuri, paling-paling cuma bisa teriak maling….maling…..maling…..! kalau itu sampai terjadi, lebih baik jangan jadi polisi, sebab polisi adalah pelayan masyarakat dari tindak kejahatan yang sangat ngayomi, kata orang jawa.
Kembali ke berita tempo di halaman 32. Pak Ito (Kabareskrim) bilang kalau polisi itu bukan penjahat. Semoga saja demikian. Kalau polisi itu memang tidak jahat. Termasuk juga polisi gendut. Sebab perut gendut bukan simbol dari sebuah kejahatan, tapi kemakmuran yang kebablasan, hahahahahaha. Tetapi, bila rekening gendut polisi itu terbukti, maka anda adalah polisi yang lebih gendut dari polisi yang saya lihat setiap hari diperempatan jalan menuju sekolah.
Ketika polisi berperut gendut, itu tandanya polisi harus ke laut! “Loh ngapain?” Ya berenang dong!! Dengan begitu body polisi menjadi “macho” kembali. Selamat untuk polisi yang terus mengabdi untuk negeri ini. Tetap menjalankan tugas, meskipun petinggi polri sedang digoyang isu yang mengguncang.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
5 Mental Polisi & Citra Negatif Polri

Tulisan ini bukan untuk memojokkan posisi polri. Sebaliknya, tulisan ini adalah harapan dan cinta rakyat agar polisi Indonesia semakin baik dan profesional.
Nah, kembali ke tulisan awal, jika saya ditanya mengapa saya kecewa dan memandang negatif polisi, itu karena persepsi saya terhadap mental polisi sudah terlanjur negatif. Berikut beberapa mental negatif yang harusnya segera diperbaiki:
1. Mental suap: ada uang, semua urusan beres
Perhatikan bagaimana proses rekrutmen polisi. Bukankah sudah menjadi rahasia umum kalau ingin menjadi polisi harus membeli “tiket masuk” alias suap? Dengan proses rekruitment yang buruk ini tentu berimbas pada minimnya orang jujur dan berintegritas di tubuh polri. Bagaimana mereka hendak menegakkan kebenaran dan keadilan sementara mereka sendiri bukan termasuk orang-orang yang benar dan adil?
Perhatikan pula proses mendapatkan SIM (Surat Izin Mengemudi). Jika polisi ingin bersih dari mental ini, seharusnya mereka tidak memperbolehkan pembelian SIM (nembak/suap) tanpa ujian. Yang terjadi sekarang ini adalah: Polisi berburu pengemudi tanpa SIM (rakyat dipaksa harus punya SIM), rakyat dipersulit mendapatkan SIM dengan proses yang benar (ujian), & sebaliknya dengan cara menyuap cenderung dipermudah.
Dengan demikian, bukan hanya membudayakan suap di kalangan internal saja, polri juga mendidik rakyat bermental suap. Nah, kalau suap-suap kecil ini dianggap biasa dan menjadi budaya, tentu tidak heran jika suap besar untuk melakukan konspirasi dan fitnah bisa diterima begitu saja.
2. Manipulatif
Entah berapa banyak orang yang sebenarnya tidak bersalah dipaksa oknum polisi untuk mengaku salah. Mereka bahkan diancam dan disiksa jika tidak mengakui sesuatu yang sebenarnya bukan kesalahannya. Ada keluarga saya yang jadi korban mental polisi yang satu ini. Orang yang tidak bersalah tetapi dipaksa untuk mengaku salah. Ini adalah kejahatan teror dan fitnah yang kejam.
3. Yes Man
Menjadi Yes Man pada atasan atau asal taat tanpa pertimbangan nurani dan pikiran jernih kadang menjengkelkan juga. Saya melihat polisi berada dalam strata sosial yang berkelas-kelas. Keutamaan seorang polisi seolah-olah ditentukan oleh pangkat dan jabatannya. Polisi kelas rendahan harus taat pada polisi kelas atas. Walaupun perintahnya kadang tidak benar. Ujung-ujungnya beberapa polisi mengalami konflik bathin dan akhirnya menyerang atasan serta menjadi pemberontak yang menakutkan.

4. Angkuh dan Arogan
Menjadi polisi berseragam memang tampak gagah, berkuasa, punya kekuatan dan sangat berwibawa sekali. Tapi itu bukan alasan untuk bersikap angkuh, sombong, arogan dan mau menangnya sendiri. Sebab, dengan keangkuhan, manusia sebetulnya akan jatuh dan dengan kerendahan hati, manusia akan diangkat. Bukankah seiring dengan kekuatan (kekuasaan) yang besar terdapat tanggungjawab yang besar? Ini kata-katanya spiderman lho ^ ^
5. Pelit Senyuman
Saya sebetulnya merindukan polisi (terutama polisi lalu lintas) yang murah senyum. Polisi yang melayani dengan tulus dan terpancar kebahagiaan dari wajahnya. Melindungi masyarakat dan bahagia dengan pekerjaannya itu. Bukan pasang tampang kaku, serem dan menakutkan. Kalau sama penjahat sih urusannya lain, tapi kalau sama masyarakat itu namanya keterlaluan.

Itu persepsi negatif saya terhadap polri. Saya harap lima tahun dari sekarang persepsi ini berubah. Polisi baik yang sekarang minoritas akan menjadi mayoritas ke depannya. Semoga polri menjadi pahlawan seperti yang ada di film – film Hollywood.
(Nafis Mudrika)
Sosiolog UI: Harus Ada yang Menyadarkan Darsem

"Harus ada yang menyadarkan, tokoh masyarakat, keluarganya, tidak boleh berubah itu. Mungkin ada berkah Ramadan, mendapatkan simpati orang, kalau berubah semuanya itu bisa berbalik, kutukan akan datang," kata sosiolog Universitas Indonesia (UI) Musni Umar dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (5/8/2011) malam.
"Bisa dikatakan kalau di masa depan dia tidak hati-hati berbuat, dia bisa berubah menjadi sombong dan lain sebagainya. Tidak boleh dia dibiarkan jalan sendiri," imbuhnya.
Musni mengatakan jika Darsem tidak hati-hati, bisa saja dia berubah menjadi sombong apalagi setelah mendapat banyak harta. Hal ini malah merugikan dirinya sendiri.
"Bisa dikatakan kalau di masa depan dia tidak hati-hati berbuat, dia bisa berubah menjadi sombong dan lain sebagainya. Tidak boleh dia dibiarkan jalan sendiri," tuturnya.
Apa fenomena ini membuat masyarakat kapok memberikan sumbangan? "Tidak, kan kita memberikan penyadaran pada Darsem, jangan disalahgunakan. Masyarakat bisa berpikir kalau begitu nggak ada gunanya saya menyumbang untuk tenaga kerja," jawab Musni.
"Tiap ada kasus begitu kan masyarakat turun tangan, seharusnya kemudian diarahkan pada kegiatan atau usaha sosial atau membuat yayasan untuk kemajuan mereka (TKI)," imbuhnya.
"Jadi sangat tergantung bagaimana perilaku Darsem bisa diperbaiki, dia akan sadar, kalau tidak TKI yang rugi, masyarakat bisa kapok nanti tidak mau membantu," Musni memperingatkan.
Parkir di Jalur Sepeda,Mercedes S-Class dilindas tank
beginilah kondisi jalur khusus sepeda di negara kita
[Miris Gan!]Triple Kill Kesalahan Polisi Satu Ini [Real Story+PICT by TS] MASUK GANN!

Kronologis :
Pada hari minggu yang cerah kira2 sebulan lalu ane jalan2 gan mau ke GI, trus di lampu merah deket monas gan nih penampakan TKP nya..

PRITTTTTTTTTTTTTT
| Total kesalahan polisi: 1. Melanggar batas putih lampu merah gan serta satu2nya yang ngelanggar batas (kalo kita ngelanggar lgsg tilang tuh ) 2. Saat itu tidak nyalain lampu (di Jakarta kalo gak nyalain lampu siang2 skrg sering kena tilang gan ) 3. Itu tangan kirinya mau ngambil HP gan, kalo kita aja yang maen hp saat berkendara gan (kalo kita ketauan polisi langsung di timpuk pake pentungan dia kali ) 4. Perutnya buncit gan (jus kiding gan) |
Kondisi tkp lagi rame banget gan,tuh polisi diliatin diem aja gan sambil gaya
trus ada 1 kejadian lagi gan yang bikin tambah miris
Karena dah sepi tuh polisi langsung nyelonong aja sebelum lampu hijau nyala gan!!
akhirnya ane sama pengendara motor yang laen ikutan nyerobot lampu merah de
Comment TS :
Sungguh miris gan polisi memberi 4 contoh buruk dalam sekali kejadian gan
sebuah contoh bahwa kepolisian di Indonesia masih perlu banyak perbaikan
semua kejadian berdasarkan fakta TS
