Showing posts with label Dunia Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Dunia Pendidikan. Show all posts

Tuesday, 9 August 2011

MerahInspiratif | Ini Dia Mantan Tukang Cuci Piring dengan Kekayaan USD 15 Miliar!

“Masalah sudah pasti muncul. Bagaimana kemampuan Anda untuk mengatasinya dan belajar dari masalah itu agar tidak mengulanginya. Hal itu yang akan membawa Anda sukses.”







Ungkapan itulah yang diucapkan Michael Dell,mengenang perjalanan kariernya hingga mencapai sukses sebagai CEO Dell Inc. Dell yang dikenal sebagai pekerja keras sejak kecil selalu belajar mengatasi masalah. Dia berusaha keras mencari jalan keluar dan akhirnya sukses.



Michael Saul Dell, mungkin hanya orang-orang tertentu yang mengetahui nama itu, akan tetapi kalau Dell Computer semua orang pasti tahu. Betul sekali, Michael Dell adalah pendiri dari perusahaan Dell Computer yang terkenal tersebut. Berkat inovasi, daya kreatifitas yang tinggi Michael Dell berhasil membawa perusahaanya meraih sukses sebagai salah satu perusahaan yang terkemuka didunia. Berikut biografi singkat dari Michel Saul Dell dan perusahaanya, Dell Computer.
Memulai Langkah







Posisi yang diraihnya saat ini bukan diterima begitu saja. Pencapaian itu didapat melalui keringat dan kerja keras. Memang Dell bukanlah anak keluarga miskin. Ibunya adalah seorang pialang saham, dan ayahnya seorang dokter gigi. Karena itu, tidak heran jika ayahnya menginginkan Dell kuliah di bidang kesehatan. Namun, Dell lebih suka dengan bidang komputer. Hal ini ditunjukkan saat berusia tujuh tahun ketika dia membeli kalkulator pertamanya. Pria kelahiran 23 Februari 1965 ini kemudian mendapatkan mesin teletype saat masih duduk di bangku SMP. Lalu, mesin itu dia program setelah pulang sekolah.



Saat berusia 12 tahun, pria bernama lahir Michael Saul Dell ini bekerja sebagai tukang cuci piring di restoran China di Houston,Texas. Dell menerima upah USD2,30 per jam. Pendapatan yang diterima itu dia kumpulkan untuk membeli perangko. Dell kecil memang gemar mengoleksi prangko.



Dari kegemarannya ini pula, dia mendapat uang pertamanya sebesar USD 1.000 setelah menjual seluruh koleksinya. Dalam usianya yang masih belia, Dell kerap bergonta-ganti pekerjaan mulai menjadi bus boy, bekerja sebagai karyawan di toko perangko dan koin langka, hingga menjadi penjual koran yang menyediakan layanan pemesanan lewat telepon.




Namun, ketertarikan Dell dunia komputer semakin terpatri saat berusia 15 tahun. Setelah bermain dengan komputer di Radio Shack, dia memiliki komputer pertamanya, sebuah Apple II, yang segera dibongkar untuk melihat cara kerjanya. Dell kemudian mencoba merakit kembali komputer yang dibongkarnya. Dia pun berhasil. Setelah itu, keinginannya pada dunia komputer semakin kuat. Saat berusia 18 tahun, Dell alih profesi. Dia bekerja mencari pelanggan untuk Houston Post. Dell yang saat itu masih sekolah menengah atas menerima gaji sebesar USD18.000 per tahun.



Selanjutnya, Dell mulai berbisnis komputer pada 1984 saat berusia 19 tahun dan masih menjadi mahasiswa di Universitas Texas, Austin. Dell kuliah dengan harapan menjadi dokter. Namun, ambisi itu dia tinggalkan dan memulai usaha sendiri, jual beli komputer dengan bendera “PC’s Limited” yang dilakukan dari asrama universitas.



Saat itu modal Dell hanya USD1.000 dari hasil penjualan koleksi prangkonya. “Ketika saya mendirikan Dell pada 1984, didasarkan pada premis bahwa Anda bisa menjual komputer langsung kepada pelanggan dengan disesuaikan keinginan mereka. Harganya lebih murah daripada pasar. Itu sudut pandang radikal,” ujar Dell seperti dilansir First Job Institute.



Usaha yang dijalaninya tidak lazim. PC’s Limited memungkinkan pelanggan menyesuaikan komputer mereka sesuai spesifikasi yang diinginkan. Harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibanding harga pasar. Hal ini bisa dimaklumi mengingat PC’s Limited tidak memiliki toko dan tidak perlu membayar perantara.



Semua komputer dijual langsung kepada pelanggan dengan menggunakan formulir pemesanan. “Di Dell, kami terus mengevaluasi bisnis untuk mengetahui bagaimana memperbaiki dan sering kali kami melakukan pendekatan kepada konsumen dengan cara yang sama sekali berbeda,” tukas Dell.



Interaksi langsung dengan konsumen ternyata dapat dijadikan satu langkah efektif, sehingga PC’s Limited diterima baik di masyarakat. Respons ini membuat Dell kewalahan dalam membagi waktu bisnis dan kuliah. Dia pun memutuskan berhenti kuliah dan lebih fokus menjalankan bisnis yang telah dia rintis.

Menuju Sukses







Melihat besarnya antusiasme dari masyarakat membuat Dell melebarkan sayap perusahaannya dengan memproduksi komputer pertama yang diberi nama PC Turbo. Sistem pemasaran dilakukan melalui berbagai majalah komputer dengan menyediakan spesifikasi yang dapat dipilih konsumen.



Cara ini membuat PC’s Limited dapat meraih pendapat kotor sebesar USD73 juta di tahun pertamanya dan menempatkan diri sebagai satu-satunya perusahaan yang sukses dengan sistem pemasaran seperti itu. Lalu pada 1988, PC’s Limited berganti nama menjadi Dell Computer Corporation.



Pada saat itu pula, Dell mulai melakukan sistem layanan di tempat. Pada 1992, kesuksesan Dell menjalankan usaha berhasil membuatnya dinobatkan sebagai CEO termuda dalam sejarah dunia yang memiliki perusahaan besar dan masuk dalam daftar 500 perusahaan top versi majalah Fortune (Fortune 500).




Saat itu Dell berusia 27 tahun. Kemudian pada 2003, Dell Computer Corporation berganti nama menjadi Dell Inc. “Ketika saya memulai

perusahaan, sangat banyak ide di luar kebiasaan bisnis konvensional. Jika ada orang yang mengatakan bahwa hal itu tidak akan bisa berhasil, saya tidak benar-benar mendengarkan mereka,”ujarnya.



Pada 2004,Dell mengundurkan diri sebagai CEO dan dia memilih duduk di dewan direksi.Tetapi untuk menyelamatkan perusahaan dari

keterpurukan, pada 2007 Dell kembali menjadi CEO, menggantikan Kevin Rolling. Berkat keahlian dan berbagai inovasi yang dilakukannya, produk Dell Inc mengalami banyak perkembangan.



Bukan hanya menjual komputer pribadi (PC), saat ini Dell Inc juga menyediakan layanan penjualan berbagai produk berbasis teknologi informasi seperti laptop, server, media penyimpanan (storage), printer, PDA, MP3, kamera,televisi. Kepiawaian Dell dalam berbisnis tidak perlu diragukan lagi.



Hal ini terbukti dari keberhasilannya menjadikan Dell Inc sebagai salah satu perusahaan komputer terkemuka di dunia, hingga berhasil menduduki peringkat 41 dalam daftar 500 Fortune Companies 2011. Tak hanya itu, Dell juga sukses meraih predikat sebagai salah satu orang terkaya di dunia versi majalah Forbes pada 2011, dengan total kekayaan bersih mencapai USD15 miliar.


Tanggungjawab Sosial

Quote:


Sukses dalam mengembangkan perusahaannya, tak membuat Dell lupa pada kesejahteraan sesama. Oleh karena itu pada tahun 1999 Dell dan istrinya, Susan, membentuk Michael & Susan Dell Foundation untuk mengelola investasi dan upaya filantropi keluarga Dell. Melalui yayasan, Dell menggunakan sebagian dari kekayaan pribadinya untuk membantu anak-anak di seluruh dunia dengan berfokus pada kesehatan, pendidikan, keamanan, pengembangan generasi muda, dan perawatan anak usia dini, yang pada tahun 2005 memberikan sumbangan lebih dari $ 1 miliar, memberikan jutaan dolar untuk membantu korban tsunami 2004 di Asia selatan. Pada tahun 2006 ia juga menyumbang $ 50 juta kepada University of Texas di Austin.










Spoiler for Dell's House:




Spoiler for Foundation Website:




Spoiler for Dell With Children:




Spoiler for Dell in India:










sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9410521

Monday, 8 August 2011

Rumus Matematika yang ga diajarin di sekolah











gan.. ada rumus sakti yang ga agan2 dapat di sekolah..

rumus ini dapat dari hasil kreatifitas gan...

rumus ini dikasih tau sama ortu ane,, ortu ane dapat dari kakek ane gan..

ternyata orang dulu kreatif2 ya gan..

langsung aja dah..



Pembuktian Hasil Perkalian...




klw agan belum yakin dengan hasil perkalian yang agan cari, bisa di coba rumus yang ini...




ini ane namain rumus timbangan..




sebelumnya ane jelasin,, operand adalah angka yg dipake bwt operator....


langkahnya :

Quote:
1. jika operand1 terdiri dari lebih 1 angka, maka setiap angka tersebut dijumlahkan. jika hasil penjumlahan masih lebih dari 1 angka, maka dijumlahkan lagi.. begitu seterusnya, hingga menyisakan 1 angka.

2. lakukan hal yang sama dengan langkah 1 pada operand2.

3. kalikan hasil penjumlahan operand1 (langkah 1) dengan operand2(langkah 2).

4. jika hasil perkalian langkah 3 lebih dari 1 angka, maka jumlahkan setiap angka hingga menyisakan 1 angka.



hasil langkah 4 letakkan di satu sisi timbangan.




5. jumlahkan angka-angka hasil perkalian operand1 dan operand2 agan2 sekalian. jika hasil perkalian masih lebih dari 1 angka, maka jumlahkan lagi, hingga menghasilkan 1 angka.




hasil langkah 5 letakkan di sisi timbangan yang satu lagi.
nah.. sekarang agan liat dah.. hasil yang ada ditimbangan sama ga? klw udh sama, berarti hasil perkalian agan2 udah benar...



Masih bingung gan????

ane kasih contoh yang gampang...



misal
15 x 29

setelah dicari, hasilnya
435

tapi agan perlu bukti bahwa 15 x 29 = 435



pake rumus timbangan...




jumlahkan angka di operand1 dan operand2.


operand1 =
15 --> 1+5 = 6

operand2 =
29 --> 2+9 =11 (krn masih 2 angka, jumlahkan lagi) 1+1 = 2

kemudian operand1 x operand2 =
6 x 2 = 12

karena hasil perkaliannya diatas 1 angka, maka angka-angkanya dijumlahkan.

hasil1 --> 12 =
1+2 = 3



hasil1 = 3 letakkan di satu sisi timbangan.




kemudian kita jumlahkan angka di hasil perkalian pertama


hasil2 -->
435 = 4+3+5 = 12 (krn masih 2 angka, jumlahkan lagi) 1+2 = 3



hasil2 = 3 letakkan di sisi timbangan yang satu lagi..




http://1.bp.blogspot.com/-xvsaprN7qWQ/TkCqvV4RcUI/AAAAAAAAAnM/bEt2NLjO7io/s1600/z9l2jm0v.jpg


nah.. sekarang agan2 liat dah.. hasil1 dan hasil2,, seimbang ga?? klw udh seimbang dan sama.. maka hasilnya udah benar..



http://2.bp.blogspot.com/-2CysMh1PXAk/TkCquyrQjAI/AAAAAAAAAm8/ZFXmaUuezqc/s1600/3uppdpnl.jpg


coba dengan bilangan-bilangan yang lain gan..



Contoh lain :

Spoiler for Contoh lain:


http://1.bp.blogspot.com/-jEZvZBF_X5Y/TkCqvNdq6LI/AAAAAAAAAnE/tSMdAzLyCuc/s1600/w1fzv07o.jpg





semoga berguna gan...







sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7498401

Sunday, 7 August 2011

[JUJUR]Cowok bawa bekal ke sekolah

Gan..

ane mau nanya nih..







Apa yang kalian pikirkan waktu ngeliat cowok bawa bekal ke sekolah?




gw cuman bingung aja.. emang ada apa sih dengan membawa bekal ke sekolah..

ada yg bilang anak mami lah.. malu maluin lah.. kayak cewe lah..

emang ada apa dengan bekel itu?



bukannya malah lebih sehat kita bawa bekel ke sekolah?


ini juga untuk penghematan uang jajan.. dll..









ane ngaku ane cowok.. suka bawa bekal ke sekolah..


soalnya sekolah gw lantai 3.. suka males turun..

ini jg buat penghematan















sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7208302

Friday, 5 August 2011

Tak Mau Jadi Dokter, dr Dante Malah Jadi Ahli Molekuler Diabetes Pertama RI


http://images.detik.com/content/2011/08/01/1201/dr-dante-(dok-pribadi)-dlm.jpg


Saat lulus SMA, dr. Dante tak pernah punya keinginan untuk menjadi seorang dokter. Tapi karena menurut pada ibundanya, ia harus menempuh kuliah kedokteran. Kini ia malah menjadi seorang ahli molekular diabetes pertama di Indonesia.

Siapa menyangka dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD yang merupakan salah satu spesialis endokrologi dan ahli molekular diabetes pertama di Indonesia tak pernah berkeinginan menjadi dokter. Saat lulus SMA, ia justru ingin kuliah di ITB dan memilih jurusan informatika yang menjadi favoritnya.

"Lulus SMA saya nggak mau jadi dokter tapi ibu minta saya jadi dokter. Akhirnya pas UMPTN saya keterima juga di FKUI. Yah mungkin sudah jalan hidupnya," jelas dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD, dari Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, saat dihubungi detikHealth, Senin (1/8/2011).

Saat awal kuliah di FKUI pada tahun 1991, dr Dante mengatakan masih belum tertarik dengan dunia kedokteran. Tapi dengan berjalannya waktu ia justru mencintai dunia yang ia geluti hingga sekarang.

Setelah lulus FKUI ia pun bercerita mendapatkan proyek dari Yayasan Habibie untuk tugas daerah dan mengikuti seleksi unggulan untuk mengambil spesialisasi. Saat itu dengan pertimbangan yang panjang, ia memutuskan untuk mengambil spesialis penyakit dalam.

"Saat itu saya peserta paling muda karena kalau dokter yang lain harus kerja lapangan dulu, tapi saya karena seleksi unggulan langsung masuk setelah lulus," tutur dr Dante.

dr Dante mengatakan pernah menjadi Kepala Puskesmas di daerah terpencil di Batang Asai, Jambi. Bertugas di daerah terpencil inilah yang membuatnya makin mencintai dunia kedokteran.

"Disana sangat terpencil, hanya ada satu dokter untuk 13 desa. Belum ada listrik, 2 sampai 3 jam dari jalan utama dan 5 jam dari ibukota kabupaten. Listrik saja tidak ada, apalagi telepon seperti sekarang," jelas dokter yang juga aktif di PAPDI.

Namun meski harus bertugas di daerah terpencil dan jauh dari fasilitas umum, dr Dante mengaku sangat menikmatinya. Di sana ia mengaku banyak mendapat pelajaran berharga tentang hidup dan mengaplikasikan ilmu kedokteran yang belum tentu bisa dilakukan di Jakarta, tempat ia dibesarkan.

"Buku hanya mengajarkan aspek klinis, tapi belum tentu bisa diaplikasikan. Nah dengan praktik di tempat seperti itu bisa langsung diaplikasikan, penanganan, edukasi, pelayanan dan sebagainya," jelas bapak dari 2 anak ini.

Lulus mengambil spesialisasi tahun 2004, ia bergabung dengan PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) di Divisi Metabolik Endoktrin yang menangani masalah seperti diabetes dan tiroid.

Dan pada tahun 2005, ia dikirim ke Jepang untuk mengambil gelar PhD di University of Yamanashi. Untuk sekolah ke Jepang tersebut, ia hanya mendapatkan beasiswa 1 tahun, sedangkan masa studi yang harus ditempuh adalah 3-4 tahun.

"Saya nekat berangkat. Saya mengambil molekuler diabetes karena saat itu belum ada ahli di Indonesia yang belajar molekuler diabetes. Istri dan anak juga ikut kesana, karena hidup dengan keluarga jadi lebih murah karena bisa tinggal di apartemen universitas, kalau sendiri kan harus diluar," kenang dr Dante.

Dan untuk menutupi biaya kuliah dan hidup selama di Jepang yang tidak ditanggung oleh beasiswa, dr Dante mengatakan mendapatkan bantuan dari organisasi PAPVI (Perhimpunan Aterosklerosis & Penyakit Vaskular Indonesia) dan ia juga bekerja disana.

"Saya juga kerja disana, jadi tukang masak di McDonald. Kalau Sabtu Minggu kerja, yah belajar masaknya kilat," ujar dokter yang punya hobi fotografi ini.

Untungnya, lanjut dr Dante, karena profesornya di Jepang mengetahui bahwa ia mendapatkan beasiswa, ia harusnya diangkat menjadi asisten dan diikut sertakan dalam riset sehingga mendapatkan gaji dari universitas.

"Alhamdulillah tahun 2008 saya selesai. Yang harusnya 4 tahun saya kebut kelar 3 tahun lebih. Dan saya jadi ahli molekuler diabetes pertama di Indonesia," tutur dr Dante.

Sekarang dr Dante aktif bekerja di Divisi Metabolis Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, menjadi staf pengajar mahasiswa S1, S2 untuk spesialis penyakit dalam dan sub spesialis endokrin, serta membimbing mahasiswa S3 baik dari FKUI dan diluar FKUI seperti dari IPB dan Universitas Andalas.





sumber :http://www.detikhealth.com/read/2011/08/01/145137/1693907/1201/tak-mau-jadi-dokter-dr-dante-malah-jadi-ahli-molekuler-diabetes-pertama-ri?l992205778