Friday, 5 August 2011

Alasan Rangsangan Puting & Kelamin Wanita Sama

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1762125.jpg


Hasil studi terbaru menemukan, ketika puting wanita mendapat rangsangan, sensasi serupa akan dirasakan otak ketika alat kelaminnya mendapat rangsangan.

Hasil pindai otak wanita saat bergairah menunjukkan, puting ‘menghantam’ titik yang sama dengan vagina dan klitoris. Mengabaikan tempat stimulasi terjadi pada tubuh, daerah sama pada otak ‘menyala’.

Untuk pertama kalinya riset memastikan, banyak wanita merasakan rangsangan ini. Bahkan, puting pria pun bisa menjadi zona sensitif seksual juga.


Meg Ryan in the fake orgasm scene in When Harry Met Sally. Brain scans of women who made themselves aroused showed that the nipples 'lit up' the same part of the brain as the vagina and clitoriske orgasm scene in When Harry Met Sally

Meg Ryan in the fake orgasm scene in When Harry Met Sally. Brain scans of women who made themselves aroused showed that the nipples 'lit up' the same part of the brain as the vagina and clitoris


Tim Rutgers University di Amerika Serikat (AS) meminta 11 wanita usia 23-56 merangsang diri mereka sendiri sembari berbaring dalam pemindai otak.

Hasilnya, area otak yang terpengaruh seperti ‘sekumpulan anggur’ di Medial Paracentral Lobule, bagian tengah dan atas otak. Pada pria, hal serupa juga terjadi.

Kepala peneliti, psikolog Barry Komusaruk mengatakan, hal ini menjelaskan mengapa wanita bisa terangsang cukup dengan ‘memainkan’ putingnya saja.

“Rangsangan pada puting serupa alat kelamin,” ujarnya.

Terdapat empat sinyal syaraf dari kelamin wanita ke otak. Klitoris mengandalkan syaraf Pudendal, vagina menggunakan syaraf panggul dan syaraf Hypogastric menghubungkan tengkuk dan rahim.

Hasil riset Rutgers menemukan, orgasme mempengaruhi sebagian besar otak dan tak ada ‘standar’ reaksi seks. Komisaruk berharap, hasil studi ini bisa membantu orang mencari cara untuk orgasme dan membantu membuka rahasia otak dengan lebih luas lagi.


Regardless of where the stimulation occurred on their body, the same area at the top of the brain was 'lit up'

Regardless of where the stimulation occurred on their body, the same area at the top of the brain was 'lit up'


“Jika bisa mengendalikan bagian otak yang menghasilkan sensasi kesenangan, apa dampaknya depresi atau resah atau ketagihan atau kegemukan? Kita benar-benar tak mengetahui batasan otak kita,” tutupnya seperti ditulis Dailymail. [mor]






sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1762125/alasan-rangsangan-puting-kelamin-wanita-sama

No comments:

Post a Comment